Sekilas *CULTURAL DIVERSITY LUAT TAMPAHAN*

Disebut juga luat Tampahan sebagai luat Pohan Hasundutan karena hampir *semua marga dari keturunan Sibagot ni Pohan ada disana.* (Tuan Sihubil – Tuan Somanimbil – Tuan Dibangarna – Sonakmalela).

Secara Geografis Tampahan adalah sebagai pintu msk menuju Luat Toba Holbung/huta ni Sibagot ni Pohan dari jalur darat / arah Selatan. Demikian juga melalui jalur air/danau dia mjadi pintu masuk ke Balige di ujung Tuktuk Tarabunga dari arah Barat dan Utara.

Dari keturunan Sibagot ni Pohan yg bermukim pertama sekali di Luat Tampahan yakni Tarabunga, tercatat Tuan Guntar Simanjuntak dari generasi ke 4, yg tinggal dan bermukim di Tarabunga dg missi menjaga luat Toba Holbung dari infasi fihak luar (Tradisi adanya perang perebutan luat). (Lihat foto Makam Tuan Guntar yg direvitalisasi utk konekting sebagai destinasi wisata budaya).

Tiga dan empat generasi kemudian keturunannya bergeser kearah selatan/ Singgolom yg sekarang disebut Lintong nihuta yg lazim juga disebut Tampahan. Secara wilayah adat yg disebut luat Tampahan batasnya adl Hingga Parik Sabungan di Silangit arah Selatan dan Meat di arah Barat. Pergeseran ini salah satunya karena di Tarabunga lahannya hanya mengandalkan sawah tadah hujan* krn posisinya yg di bukit sehingga tidak ada saluran air. Barulah di generasi ke 5 keturunan Tuan Guntar yg bernama Tagururaja (Simanjuntak gen ke 8) yg kemudian membuka saluran air dari atas Sipintupintu hingga ke Lintong nihuta yg dinamakan Bondar Silean Banua atau sering disebut Silambanua, yg menghiasi sepanjang tepi jalan Siambat dalan dan menyusuri tepian tebing Singgolom menuju pelataran lahan persawahan Tarabunga.

Tagururaja juga tercatat dalam sejarah yang menghambat infasi kaum Padri – dipimpin Sipokki Nangolngolan* atau Keponakan Sisingamangaraja yg dendam krn dibuang – di awal 1800 untuk bisa memasuki wilayah Toba dari arah selatan (perang Parik Sabungan). Pasukan Padri kemudian berbelok ke utara ke Bakkara dan berhasil membunuh Sisingamangaraja dan membumihanguskan istananya.

Kuatnya pertahanan Pohan Hasundutan dibawah pimpinan Tagururaja membuat Padri berbelok melalui Asahan dari arah Timur set menaklukkan Sisingamangaraja. Kesetiaan pengikut Paramalim di Tampahan terhadap junjungannya Sisingamangaraja, terlihat bagaimana bertahannya mereka yang dicatat lamanya hingga bertahun. Bukit Dolok Tolong di selatan Tampahan juga adalah salah satu dari tiga titik geospritual kepemimpinan Sisingamangaraja disamping Pusuk Buhit dan Simanukmanuk, yg sejak dahulu kuncennya di Dolok Tolong adalah masyarakat adat Tampahan. (Sampai sekarang di lokasi masih dapat kita lihat sumur persembahyangan di puncaknya).

Adapun Makam-makam/kuburan yg ada di sekitar Singgolom seluruhnya adalah dari keturunan Tuan Guntar Simanjuntak.*

Basar Simanjuntak

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=834659336919877&id=100011274551265

Author: dKaldera

Geologist like travel

Scroll Up