Perusahaan pembiayaan perumahan milik negara PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan Kementerian Pariwisata pada hari Rabu menandatangani perjanjian di kementerian di Jakarta untuk mengembangkan homestay di 10 tujuan wisata yang diprioritaskan, yang disebut “Bali baru”.

Direktur manajemen risiko dan operasional SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan program pembiayaan homestay akan membantu masyarakat setempat yang ingin mengembangkan rumah baru atau merenovasi rumah mereka yang sudah ada untuk disewakan sebagai homestay.

“Kami berharap pengembangan dan renovasi kamar untuk homestay dapat membantu pemilik rumah mendapatkan penghasilan tambahan dan menciptakan pekerjaan,” katanya seperti dikutip dari tempo.co.id.

10 destinasi yang dicap sebagai Balis baru adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Pantai Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Kepulauan Seribu di Jakarta, Pantai Tanjung Lesung di Banten, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Morotai di Maluku Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Trisnadi mengatakan program pembiayaan SMF bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan tujuan wisata potensial di seluruh negeri untuk mengubah sektor ini menjadi landasan ekonomi nasional.

Dalam pernyataannya, SMF mengungkapkan bahwa mereka telah mencairkan dana untuk mendukung pengembangan homestay bekerja sama dengan perusahaan milik desa di desa Samiran di Boyolali, Jawa Tengah, dan desa Nglanggeran di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Di bawah kerja sama tersebut, SMF membiayai pengembangan homestay di 10 tujuan, sementara Kementerian Pariwisata akan memantau distribusi dana, melaksanakan pembangunan kapasitas dan mendorong masyarakat setempat untuk mengambil bagian dalam program ini. (bbn)

Scroll Up