Pesta Adat Mangalahat Horbo adalah sebuah acara adat dalam budaya Batak yang ditandai dengan penyembelihan seekor kerbau yang diiringi dengan musik gondang. Artinya Mangalahat Horbo adalah memotong kerbau, dimana kerbau akan dipotong atau disembelih pada sebuah tonggak yang didirikan di tengah-tengah kampung tepatnya di depan rumah bolon dalam suatu kampung. Tonggak tersebut akan diberi hiasan dari daun pohon beringin, tonggak tersebut diberi nama Borotan. Penggunaan daun beringin adalah perlambang kesucian, karena pohon beringin dianggap pohon yang suci.

Pada saat dilakukannya Pesta Adat Mangalahat Horbo akan diiringi dengan musik gondang serta pertunjukan tari-tarian khas Batak. Ada beberapa jenis tarian yang biasa nya ditarikan pada acara pesta adat ini. Tari-tarian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Gondang Mula-mula, yakni tarian yang dilakukan sebagai doa kepada Mula jadi Nabolon atau Sang Pencipta langit dan bumi dan seluruh makhluk agar memberikan berkatnya kepada manusia anak-anak, kekayaan, memberi kesehatan dan menjauhkan bala pada saat kegiatan pesta.
  • Gondang Mula Jadi, tarian yang melambangkan jika doa yang dipanjatkan sudah terkabulkan.
  • Gondang Lae-lae, merupakan permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar kerbau yang akan diikat dan disembelih tidak melakukan perlawanan pada saat digiring ke Borotan. Sikap kerbau pada saat sigiring ke Borotan akan memberi pertanda bagaimana acara akan berlangsung.
  • Gondang Shata Mangaliat, gerakan tarian orang-orang yang ikut berpesta dengan melakukan gerakan tarian sambil mengelilingi Borotan, saat kerbau disembelih dan kemudian dagingnya akan dibagikan kepada peserta pesta sesuai dengan bagian masing-masing.
  • Gondang Marolop-olop, tarian dimana para tamu menari sebagai ucapan selamat kepada pemilik pesta.
  • Gondang Siboru, merupakan tari-tarian yang dilakukan oleh kaum pemuda untuk menarik hati pemudi pujaan hatinya dan menyambut tariannya.
  • Gondang Sidoli, tarian yang dilakukan para pemudi untuk menarik hati pemuda pujaan hatinya.
  • Gondang Pangurason, tarian ini merupakan tarian dimana datu melakukan pemanggilan roh nenek moyang untuk datang mengikuti acara pesta tersebut. Biasanya ditandai dengan menyusupnya sang roh kepada salah seorang peserta pesta.
  • Tortor Tunggal Panaluan, adalah tarian yang dilakukan sang Datu atau dukun untuk melakukan komunikasi dengan Debata Natolu untuk mendokan permohonan diturunkannya hujan, keturunan dan kesuksesan dalam kehidupan.
  • Gondang Sigale-gale, adalah tarian dari sebuah boneka atau patung yang dapat menari mengikuti alunan musik gondang. Sigale-gale merupakan sebuah patung yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa melakukan gerakan seperti menari sambil mengikuti irama gondang.

Untuk melihat atraksi tarian ini bisa dilihat di obyek wisata Museum Huta Bolon Simanindo, disana hampir setiap hari dipertunjukkan jika ada rombongan wisatawan yang datang ke sana. Obyek wisata ini berada di Pulau Samosir tepatnya di Kecamatan Simanindo.

Author: dKaldera

Geologist like travel

Scroll Up