Perbaikan Sarana Perlu Ditingkatkan Agar Wisatawan Nyaman ke Sumut

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumut melalui 4 pintu masuk pada bulan Juli 2019
mencapai 22.417 kunjungan. Hal ini tercatat mengalami kenaikan 4,54 persen dibanding yang datang pada bulan Juni 2019 mencapai 21.444 kunjungan.

Tercatat di bulan Juli 2019, wisman dari Malaysia merupakan pengunjung yang
terbanyak dengan 9.549 kunjungan atau 42,60 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumut. Namun dari catatan tersebut di periode  Juli 2019, jumlah wisman yang berkunjung di Sumut mengalami penurunan 0,43 persen dibandingkan periode yang sama
tahun 2018, yaitu dari 22.514 kunjungan tahun 2018 turun menjadi 22.417 kunjungan tahun 2019.

Untuk itu, guna meningkatkan pariwisata di Sumut salah satunya di Kota Medan harus menjual kekhasan yang ada Medan dan Sumut.

Menurut Pengamat Pariwisata Sumut, Wahyu Ario Pratomo memang sudah ada beberapa titik di Kota Medan yang menjadi andalan seperti Istana Maimun, Mesjid Raya, Pajak Ikan dan Rumah Chong A Fie. Namun, sebenarnya ada beberapa titik lagi yang bisa dijadikan tempat wisata di Kota Medan seperti Kesawan Kuil Shri Mariamman di Kampung Madras dan lainnya.

“Nah, yang perlu diperhatikan adalah sarana yang membuat wisatawan nyaman berwisata masih perlu banyak perbaikan. Contohnya wisatawan yang datang ke Medan tidak nyaman untuk jalan di pedestrian. Selain sudah penuh dengan orang jualan, juga terkesan kumuh dan kotor,” katanya, Senin (2/9).

Lanjutnya, sudah banyak orang yang tahu tentang Medan, tetapi kenyamanan, kebersihan dan keamanan bagi wisatawan itu yang terpenting. Promosi memang penting, tetapi jika wisatawan datang dan tidak puas dengan daerah yang dikunjungi, promosi tidak akan efektif.

“Lihatlah bagaimana pemerintah telah berupaya promosi pariwisata Danau Toba melalui penerbangan internasional melalui Bandara Silangit. Namun, karena sarana pendukungnya belum siap, maka saat ini tidak ada lagi penerbangan internasional. Jadi masih banyak yang perlu diperhatikan lagi,” pungkasnya.

 

Sumber: mdaninside.com

Leave a Reply

Scroll Up