Ada cerita menarik ternyata di sebuah gang yang berlokasi di Jalan AR. Hakim, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Ya, di dalam Gang Pendidikan, ada sebuah galeri Ulos Batak yang dikelola seorang pria bermarga Sianipar.

Bahkan ulos dari galeri ini pun sempat menjadi penyedia gaun putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dalam pesta pernikahan beberapa tahun lalu.

Galeri Ulos Sianipar didirikan Robert Sianipar pertama kali pada tahun 1992, buah dari perjalananannya mengikuti jejak orangtua yang lebih dulu melestarikan ulos batak. Pria kelahiran tahun 1977 ini pun bercerita panjang kepada Tribun Medan, Selasa (9/7/2019) Sore di galeri miliknya.

“”Saya sewaktu anak anak kan, dulu sering mengikuti pekerjaan orangtua yang berdagang kain ulos di pusat pasar. Dari sana saya mempelajari banyak hal soal ulos, apalagi saat-saat itu, usaha orangtua mendapati kesulitan bahan karena supply dari Samosir,” ujar Robert bercerita.

Oleh karena itu setamatnya SMA, Robert berinisiatif melakukan studi ke beberapa daerah di sekitar tanah batak hingga ke pulau jawa. Ia belajar mengecat benang di Bandung, kemudian belajar menenun di Pematangsiantar, Tarutung, Balige. Robert ingin memproduksi sendiri.

Tahun 1992, Usaha robert pun membuahkan hasil. Galeri miliknya yang semula hanya mempekerjakan 17 orang meningkat menjadi ratusan orang. Tak lama berhasil meningkatkan produksi ulos, Robert dan keluarga pun dirundung kebangkrutan akibat kisruh politik 1998.

“Bahkan ada 2000 lembar ulos kita lembab dan rusak. Baru tahun 2000-an saya mencoba bangkit lagi, Namun tantangan lain adalah stigma terhadap ulos di kalangan remaja zaman itu,” kata Robert.

Di Medium 2000-an, imbuh Robert, banyak yang sepele terhadap karya ulos batak produksinya. Namun Robert pun tak peduli. Ia malah melanjutkan produksinya dengan mengkreasikan beberapa pernak-pernik dari bahan ulos.

Robert pun mulai membuat tas dari ulos, ikat pinggang dari ulos dan beberapa pernik lainnya. Upaya tersebut pun membuahkan hasil mana kala permintaan kerajinan ulos dari galerinya meningkat.

“Kami mulai dilirik pemerintah, namun hanya sebatas datang dan pergi saja. Tapi sampai akhirnya Bank Indonesia datang membantu Ulos Sianipar ini,” ujar Robert.

Ia pun sangat berterimakasih atas bantuan Bank Indonesia. Terkhusus Bank Indonesia membantunya mengembangkan usaha mulai dari hulu hingga hilir. “Mereka bilang, Pak Sianipar bisa bikin apa? Saya bilang saya bisa semua. Lalu mereka pun menyetujuinya. Puji syukur kita,” ucap Robert yang kini menjadi pelatih berbagai pelatihan ulos di Kota Medan.

Kini, Ulos Sianipar milik Robert pun berkembang. Selain di Medan dirinya berhasil membuka spot-spot UKM seperti di Hotel JW Marriot, Bandara Kualanamu, Parapat, Simalungun bahkan beberapa diantaranya dibuka di Jakarta.

Dari apa yang sudah Robert lakukan, ia berpesan bahwa dari kemahiran menenun ulos, setiap orang bisa hidup. Apalagi bisa menenun bermacam-macam corak. “Jadi persepsi bahwa menenun gak menghasilkan uang itu salah, yang penting jangan berpikir instan,” tegasnya.

Robert M.T. Sianipar sempat bercerita kesan-kesannya lantaran pernah menyediakan ulos untuk Keluarga Presiden Jokowi dan anak menantunya Kaesang dan Bobby Nasution pada November 2017 lalu.

“Saya beberapa kali bertemu Pak Presiden (Jokowi) diundang ke Istana sampai anaknya, mbak Kahiyang Ayu pun pernah mampir kemari meminta disediakan ulos. Dia sampai empat jam di sini diskusi. Sampai kami foto bersama,” ujarnya dengan tawa.

Ulos Sianipar dan Coraknya

Berbicara soal ulos tak akan lepas dari motif. Bagi Robert Sianipar sendiri perkara bahan adalah soal lain dibandingkan ciri khas kain tersebut. Imbuhnya setiap keunikan daerah diketahui dari motifnya.

Di Gallery Ulos Sianipar, Ratusan Motif disediakan sesuai keinginan, mulai dari Ulos Batak Mandailing, Pakpak dan Dairi, Karo, Simalungun bahkan Toba, yang dikenal memiliki pelbagai corak dan filosofinya.

“kemarin saya di Phakphak Bharat, pemerintahnya minta motif Phakphak. di Gunungtua juga ada motif gunungtua yang saya ciptakan. CIri khas daerah itu saya coba angkat keunikannya ke dalam ulos dengan corak-coraknya,” jelas Robert.

Ulos Sianipar pun dikerjakan Robert sendiri bersama karyawannya secara handmade tanpa dibantu mesin. Robert ingin menjaga kemewahan ulos seyogyanya ulos yang ditenun berabad-abad sebelumnya.

Berbagai motif/corak seperti Ulos Paropa dan Sadun asal Tapsel yang menggambarkan orang berpegangan tangan (saling mendukung), Ragi hotang dan Sadung dari Toba, kemudian wisnipis, Bukabulu zukitsiwa dari Karo. Kemudian ada Bintangmaratur dan Ragi Cantik dari Simalungun dan ratusan motif lainya dari Toba.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Cerita Ulos Sianipar Sempat Menyediakan Pakaian untuk Putri Presiden Jokowi, https://medan.tribunnews.com/2019/07/09/cerita-ulos-sianipar-sempat-menyediakan-pakaian-untuk-putri-presiden-jokowi?page=2.
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution



Scroll Up