Sep
6
Fri
Tao Silalahi Art Festival
Sep 6 – Sep 8 all-day
Tao Silalahi Art Festival

Sebagai event untuk segmen milenial, tao Silalahi Art Festival memiliki konsep dan gagasan baru dalam menyediakan alternatif liburan seru, kreatif dan penuh pembelajaran bagi para milenial.

Selain menambah pengetahuan dan memperluas jejaring, festival ini juga sarat akan muatan kelestarian lingkungan dimana para pesertanya diharapkan mempu mengajak siapapun untuk tidak sekedar menikmati lingkungan namun dapat mengupayakan lingkungan tersebut agar tetap terjaga.

pelibatan masyarakat lokal juga dilakukan dengan mengajak anak-anak perkampungan di lokasi festival untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai, menggambar, menyanyi, dan juga baca puisi.

Serangkaian kegiatan dengan mendatangkan juga beberapa pembicara, akan mengisi waktu para milenial selama 3 hari festival dengan kegiatan Workshop Seni, Music Cross Culture, 1000 tenda, Opera Batak, Fun Trip, 3000 Cankir Kopi, festival Lingkungan Hidup, Festival Ekologi dan Senam bersama setiap pagi.

untuk Anda kaum milenial, atur waktu dan ikuti festival ini. Rasakan sensasi malam hari menikmati ikan bakar bersama teman-teman dengan diterangi api unggun di tepi Tao Silalhi.

Sep
11
Wed
Oang Oang Festival
Sep 11 – Sep 12 all-day
Oang Oang Festival

Pesta Orang Oang sejak zama kuno telah displikasikan kepada leluhur suku Pakpak Bharat dalam acara adat Pakpak Bharat, antara lain: pernikahan, kemaangan/kematian atau pesta lain sebagai ucapan syukur. Perayaan Oang Oang diadakan setiap tahun, dan tahun ini berbagai rangkaian acara diadakan seperti: Kompetisi Parsinabul (ada Speakers), Ritual Menggungus Api, Musik Tradisional Kalontang, Tari Kolosal dan Moccak (pencak Silat Pakpak Bharat).

Pesta Oang Oang membawa konteks Acara Budaya yang terasa kental dengan seni budaya lokal khususnya Pakpak Bharat. Puncak acara, wisatawan akan melihat konvoi mobil hias dan parade yang melibatkan seluruh komunitas mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan pakaian lokal saat membawa panen. Di akhir perayaan, orang-orang akan makan bersama dengan warga, tamu dan turis. Ini adalah tradisi leluhur turun temurun untuk menjalin persahabatan dan keintiman di antara warga masyarakat.

Scroll Up