Setidaknya ada 35 dermaga resmi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, yang diharapkan memiliki syahbandar demi keamanan transportasi air di kawasan tersebut.

 

“Perlu sedikitnya 35 syahbandar untuk mengawasi dermaga dan transportasi di kawasan Danau Toba yang sudah dijadikan salah satu kawasan wisata unggulan di Indonesia,”ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Muhammad Zein Siregar di Medan, Minggu (15/7/2018).

 

Menurut Zein, jumlah 35 dermaga di kawasan Danau Toba itu sesuai data resmi.

 

Di luar itu, Dinas Perhubungan Sumut mencatat, masih ada 150 dermaga lainnya. Zein mengatakan, penempatan syahbandar di 35 dermaga Danau Toba itu diharapkan bisa segera dilakukan setelah Kementerian Perhubungan membentuk Direktorat Pengelolaan Danau dan Sungai.

 

Sejak diberlakukannya UU Pemerintahan Daerah yang terbaru, lanjut dia, kewenangan pengelolaan transportasi danau dan sungai,

 

Terminal Tipe A maupun jembatan timbang diambil alih oleh Pemerintah Pusat. “Jadi Pemprov Sumut memang berharap banyak ke Pemerintah Pusat,” katanya.

 

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Sumut, Solahuddin Nasution, mengatakan, agar semakin diminati oleh wisatawan,

 

Danau Toba harus terus dibenahi dari berbagai sisi. Sisi transportasi, lanjut dia, sangat penting setelah ada kejadian kecelakaan kapal di perairan itu.

 

Menurut Solahuddin, dengan adanya syahbandar, maka keamanan lalu lintas perairan di Danau Toba diharapkan semakin teratur dan aman.

 

“Kalau sektor transportasi dibenahi dan diiringi sektor lain termasuk objek wisata buatan, Danau Toba diyakini semakin diminati,” ujar Solahuddin. EditorCaroline Damanik

 

SumberAntaranews.com

 

Author: dKaldera

Geologist like travel

Scroll Up